Desember 7, 2022

Villa Ming

Travel & Wisata

Travel Agent Ingatkan Pengurusan Visa yang Lama, Bisa Sampai

2 min read
Jakarta

Pelaku perjalanan internasional menyarankan untuk membuat perencanaan perjalanan dengan matang dan pemesanan serta pengurusan dokumen lebih awal, khususnya untuk yang bertandang ke negara-negara di Eropa, Australia, dan Amerika. Pengurusan visa sekarang bisa lebih lama.

“Meskipun sekarang dunia pariwisata perlahan pulih, banyak situasi berubah semenjak pandemi yang menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Selain kursi pesawat yang terbatas dan harga tiket pesawat yang naik, proses pengurusan visa memakan waktu lebih lama jika dibandingkan saat sebelum pandemi. Contohnya saja visa British isles, yang tadinya mungkin bisa dilayani minimal 15-20 hari kerja, sekarang bisa lebih lama, sekitar 3-6 minggu atau bahkan lebih,” ujar Head of Advertising Conversation Supervisor Golden Rama Tours and Travel Ricky Hilton seperti dikutip, Senin (1/8/2022). ).

“Merencanakan perjalanan dengan matang dan melakukan pemesanan lebih awal adalah solusi terbaik. Misalnya, konsumen ingin liburan pada bulan Desember, setidaknya harus memesan pesawat atau tur dan mengurus dokumen yang diperlukan beberapa bulan sebelumnya, mungkin sekitar Agustus atau September. Jadi, sambil menunggu tanggal keberangkatan bisa lebih tenang karena persiapan sudah matang. Jangka waktu yang cukup akan membantu dalam kesiapan dokumen, promo pencarian, dan update method perjalanan,” jelas Ricky.

Untuk menanggapi kembali ramainya aktivitas dan pola perjalanan wisata yang berubah, Golden Rama melakukan upaya peningkatan layanan yang dikemas dalam sebuah kampanye berupa ajakan “Pemesanan jauh-jauh hari, bikin tenang di hati”. Melalui kampanye tersebut, Golden Rama Tours & Travel ingin mengedukasi masyarakat agar melakukan perencanaan liburan dengan matang, termasuk mengurus dokumen, memesan tiket pesawat, akomodasi, dan tur wisata jauh lebih awal, nominal 3 bulan sebelum keberangkatan.

“Selama pandemi improve yang terjadi sangat dinamis, seperti perubahan peraturan, persyaratan keluar masuk negara, durasi pengurusan dokumen di suatu perjanjian, termasuk juga kenaikan harga tiket penerbangan, dan lain-lainnya. Di sinilah peranan agen wisata, seperti Golden Rama terbilang penting. Konsumen bisa langsung mendapatkan informasi terkait dengan durasi kepengurusan visa sesuai dengan kebijakan masing-masing pihak. Karena itu juga konsumen akan mendapat informasi terkini seputar promo tiket penerbangan yang tersedia sehingga mendapatkan penawaran terbaik, dia akan selalu memantau,” ujarnya.

Sementara itu kondisi wisata yang membaik membuat terjadinya peningkatan transaksi Golden Rama yang mencapai hingga 665% sejak awal tahun jika dibandingkan dengan periode yang sama 2021.” Adapun produk utama untuk mengelola pendapatan masih dikelola oleh penjualan tiket sebanyak 59%, diikuti penjualan tur sebesar 18%, dan disusul insentif tur 12%,” ujarnya.

Namun minat pelaku perjalanan maupun domestik tidak sebanding dengan jumlah armada pesawat yang beroperasi. Selama dua tahun terakhir, akibat pandemi, banyak maskapai melakukan penghematan dengan mengurangi operasional pesawat. Tidak sedikit jumlah pesawat yang sudah dikembalikan ke pihak lessor. Hal ini menyebabkan keterbatasan ketersediaan kursi bagi penumpang yang berdampak pada kenaikan harga tiket pesawat.

Di samping itu kenaikan harga tiket pesawat juga disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar avtur. IATA mengungkapkan jika naiknya harga bahan bakar akan dibebankan kepada konsumen, sehingga konsumen harus mempersiapkan diri dengan kemungkinan mahalnya harga tiket pesawat di mana mulai pulihnya ekonomi dunia dari pandemi COVID-19 konsumsi energi terus meningkat.

Simak Videonya”Yeorobun! Mulai 1 Juni Perjalanan ke Korea Selatan Dibuka kembali
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/perempuan)