Desember 7, 2022

Villa Ming

Travel & Wisata

Tiket Komodo ‘Meledak’, Bos Agen Wisata ‘Menjerit’

2 min read

Jakarta, CNBC Indonesia – Rencana pemerintah menaikkan harga tiket masuk Taman Nasional (TN) Komodo Nusa Tenggara Timur (NTT) Rp 3.750.000 mulai 1 Agustus 2022 demi kontribusi konservasi, memicu dampak lanjutan. Rencana ini termasuk mendapat dari banyak pihak, kalangan pengusaha.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Budijanto Ardiansyah berpendapat saat ini belum tepat untuk menaikkan harga secara gila-gilaan.

“Kita paham saja, kalau untuk pelestarian Komodo kita dukung 100%. Jika terkait dengan kenaikan harga jangan gila-gilaan, jangan terlalu tinggi, kasusnya jangan seperti Borobudur, teriak, akhirnya dibatalkan,” CNBC Indonesia, Senin (18/7/22).

Meski belum diterapkan, namun rencana kebijakan ini telah membuat sebagian calon wisatawan mengurungkan rencana perjalanan. Akibatnya, banyak masyarakat yang menolak rencana ini dengan melakukan demo di kantor setempat.

“Kita baru mulai lagi, saat ini bangkit, jangan dirusak, kalau mau naik nanti deh, kalau typical Kembali. Masyarakat setempat sudah 1.000 orang sudah demo di Manggarai, karena itu akan berpengaruh bagi mereka juga,” ujar Budijanto.

Wisatawan yang mau berkunjung memang perlu merogoh kocek lebih dalam untuk menikmati pemandangan indah TN Komodo. Namun, besarannya akan sangat diminati oleh masing-masing individu.

“Yang jelas ada kenaikan anggaran dari tiket, kadang-kadang orang naik 1 sektor aja jadi laki-laki. Udah nggak usah, ke yang lain aja dan sebagainya,” sebutnya.

Sebelumnya, harga tiket masuk ke Pulau Komodo untuk wisatawan dalam negeri sebesar Rp75.000 for every orang sementara wisatawan asing Rp150.000 for each orang.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah merencanakan meluncurkan tiket mahal untuk masuk TN Komodo. Itu pun hanya untuk trekking ke Pulau Komodo dan Padar. Agenda itu pada tanggal 29 Juli. Kebijakan itu berlaku mulai 1 Agustus 2022.

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)