Desember 7, 2022

Villa Ming

Travel & Wisata

Sandiaga Uno Ajak Masyarakat Berwisata saat Cuti

2 min read
berwisata

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengajak masyarakat memanfaatkan cuti bersama dengan berwisata.

“Traveling berkualitas dengan mengedepankan konsep personalize, customize, localize. Smaller in size dapat menjadi solusi dalam menyikapi keterbatasan biaya. Antara lain karena mahalnya harga tiket pesawat,” katanya dalam Weekly Brief with Sandiaga Uno. Di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin 17 Oktober 2022.

Lebih lanjut, kata Sandiaga, nantinya para traveler dalam berwisata. Bisa menggunakan kendaraan darat mengunjungi destinasi wisata menarik. Seperti desa wisata yang belakangan ini menjadi tren di kalangan turis millennial. Yang lokasinya tidak jauh sekitar 200 km-250 km.

Kemenparekraf juga mengajak traveling #diIndonesiaaja, sesuai arahan Presiden Jokowi, kita harus berwisata di Indonesia saja. Hal ini dimaksudkan, agar sektor pariwisata dapat segera pulih dari pandemi Covid-19. Karena dengan banyaknya wisatawan lokal akan berdampak pada terbukanya peluang usaha. Dan terciptanya lapangan kerja.

“Indonesia mempunyai banyak destinasi wisata menarik dan tidak kalah dengan tempat wisata di luar neger. Seperti Bali, Labuan Bajo, Wakatobi, Toba, Raja Ampat, Bromo, Yogyakarta, Bangka Belitung, Borobudur. Jakarta, Bandung, dan lain-lain,” tuturnya.

Berwisata : Pelaku Usaha dan Stakeholder

Selain itu, pihaknya juga mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha dan stakeholder pariwisata di daerah agar jauh-jauh hari dapat mempersiapkan destinasi dan produk wisata mereka untuk menyambut lonjakan pengunjung pada musim liburan Natal dan Tahun Baru 2023 agar aman, nyaman, dan menyenangkan.

Pemerintah telah menetapkan Libur Nasional dan Cuti Bersama sebanyak 24 hari, terdiri atas 16 Hari Libur Nasional dan 8 hari Cuti Bersama. Sandiaga berharap, waktu libur tersebut nantinya dapat memberi dampak signifikan terhadap kebangkitan sektor pariwisata di Indonesia.

Dampak positif dari pengembangan pariwisata antara lain; (1) memperluas kesempatan kerja; (2) meningkatkan peluang usaha; (3) meningkatkan pendapatan; (4) pemeliharaan budaya lokal; (5) pengenalan budaya lokal oleh wisatawan.

Manfaat lain obyek wisata bagi warga sekitar adalah mendapatkan perbaikan infrastruktur berupa jalan dari pemerintah sebagai akses menuju lokasi wisata tersebut. Hal ini dapat terjadi jika objek wisata tersebut sudah terkenal dan dapat membawa manfaat ekonomi bagi daerah tersebut.

Utamanya, Dampak positifnya adalah pariwisata telah membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal, dapat meningkatkan pendapatan ekonomi, mampu menguasai bahasa asing, seperti bahasa Inggris, Jepang, membuka akses masyarakat lokal ke jaringan yang lebih luas.