Desember 7, 2022

Villa Ming

Travel & Wisata

Pola Perjalanan Wisata Berubah Golden Rama Tingkatkan

4 min read

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 telah mengubah pola bisnis di berbagai sektor, terutama pada industri pariwisata. Perubahan pola bisnis ini dilakukan agar pelaku industri dapat bertahan dengan kondisi yang terjadi akibat pandemi.

Beberapa langkah yang diambil untuk industri pariwisata untuk bertahan adalah dengan melakukan adaptasi, meningkatkan inovasi, dan kolaborasi yang baik.

Begitu pula dengan pola perjalanan wisata di Indonesia. Hal ini menyebabkan pergeseran pola hidup masyarakat sejak pandemi.

Head of Advertising Interaction Supervisor Golden Rama Excursions and Travel Ricky Hilton mengatakan bahwa saat ini, aktivitas pariwisata telah pulih pulih. Ini terlihat dari peningkatan jumlah penumpang pesawat di sejumlah.

Baca juga: Pemulihan Ekonomi Pariwisata

“Terdapat pula kenaikan aktivitas transaksi yang signifikan di Golden Rama awal 2022,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Selasa (26/7/2022).

Pada periode tersebut, lanjut Ricky, transaksi Golden Rama meningkat hingga 665 persen jika dibandingkan 2021.

Adapun pendapatan bersih atau pendapatan perusahaan masih didominasi penjualan tiket pesawat yang mencapai 59 persen, diikuti penjualan wisata sebesar 18 persen, dan insentif wisata 12 persen.

Namun, minat pelaku perjalanan domestik dan internasional tidak sebanding dengan jumlah armada yang beroperasi. Selama dua tahun terakhir, jumlah iklan melakukan penghematan dengan mengurangi operasional pesawat.

Baca juga: Pelesir ke Inggris? Ini Strategies Penting Aplikasi Visa Inggris

Tidak sedikit jumlah pesawat yang sudah dikembalikan ke pihak penyewa. Hal ini menyebabkan ketersediaan kursi penumpang jadi terbatas sehingga harga tiket pesawat mengalami kenaikan.

Di samping itu, kata Ricky, kenaikan harga tiket pesawat juga disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar avtur.

Intercontinental Air Transportation Association (IATA) mengungkapkan bahwa jika kenaikan harga bahan bakar dibebankan kepada konsumen, konsumen harus menyiapkan diri dengan kemungkinan kenaikan harga tiket pesawat.

Ditambah lagi dengan meningkatnya konsumsi energi pemulihan ekonomi dunia pascapandemi.

Baca juga: Daftar Promo Lodge dan Tiket Wisata dari On the web Travel Agent, Bisa Dipakai untuk Waktu Lama

“Meskipun sekarang dunia perlahan pulih, banyak situasi berubah semenjak pandemi. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami,” tambah Ricky.

Selain itu, Ricky menjelaskan bahwa perubahan tersebut juga berpengaruh pada sejumlah hal. Sebut saja, keterbatasan kursi pesawat, kenaikan harga tiket, dan pengurusan visa yang membutuhkan waktu lebih lama.

Ia mencontohkan pembuatan visa Inggris. Sebelum pandemi, prosesnya sekitar 15-20 hari kerja. Kini, prosesnya butuh sekitar 3-6 minggu, bahkan lebih lama.

Dok. Rama Emas Wisatawan di Inggris

“Selama pandemi, perubahan yang terjadi sangat dinamis, seperti perubahan peraturan, persyaratan keluar masuk negara, durasi pengurusan dokumen di perjanjian, dan kenaikan harga tiket. Di sinilah, peran agen wisata seperti Golden Rama terbilang penting,” tambah Ricky.

Oleh karena itu, Ricky menyarankan kepada pelaku perjalanan internasional untuk membuat perencanaan perjalanan dengan matang. Selain itu, konsumen juga bisa langsung mendapatkan informasi dari Golden Rama terkait durasi pengurusan visa sesuai dengan kebijakan masing-masing pihak.

Baca juga: Pemulihan Pariwisata Eropa Capai 70 Persen pada 2022

Pelaku perjalanan juga disarankan untuk melakukan pemesanan tiket dan pengurusan dokumen lebih awal, khususnya yang ingin berkunjung ke negara di Eropa, Australia, dan Amerika.

“Melakukan perencanaan perjalanan dengan matang dan melakukan pemesanan lebih awal adalah solusi terbaik. Misalnya, konsumen ingin liburan pada Desember, maka setidaknya harus sudah pemesanan pesawat atau wisata dan mengurus dokumen sejak Agustus atau September,” imbuh Ricky.

Dengan begitu, kata Ricky, pelaku perjalanan dapat merasa lebih tenang. Selain itu, durasi persiapan juga akan membantu kesiapan dokumen, promo pencarian, dan memperbarui perjalanan.

Untuk menanggapi aktivitas pariwisata yang kembali ramai serta pola perjalanan wisata yang berubah, Golden Rama pun melakukan upaya untuk meningkatkan layanan. Upaya ini dikemas dalam sebuah kampanye bertajuk “Booking Jauh-jauh Hari, Bikin Tenang di Hati”.

Baca juga: Aturan Perjalanan Diperlonggar, Ini PR Pemerintah untuk Pariwisata

“Melalui kampanye tersebut, Golden Rama Excursions & Travel ingin mengedukasi masyarakat agar melakukan perencanaan liburan dengan matang. persiapan ini termasuk mengurus dokumen, memesan tiket pesawat, akomodasi, dan wisata wisata. (Seluruh persiapan perlu dilakukan) minimal tiga bulan sebelum waktu keberangkatan,” ujar Ricky.

Kampanye tersebut juga disampaikan pada portofolio produk wisata internasional yang dihadirkan Golden Rama. sejumlah wisata ke berbagai destinasi untuk keberangkatan hingga Desember sudah bisa dipesan sejak Juli.

Desa BicesterDok. Rama Emas Desa Bicester

Salah satu produk andalan yang ditawarkan Golden Rama adalah Tremendous Sale England Scotland & Bicester Village Outlet dengan harga mulai dari Rp 30 jutaan per orang. Paket wisata ini mengajak wisatawan untuk mengunjungi berbagai tempat menarik di Inggris dan Skotlandia, seperti Stadion Outdated Trafford, Danau Loch Ness, Kastil Urquhart, dan Bicester Village.

Produk unggulan itu juga menawarkan metode pembayaran yang fleksibel dengan beragam penawaran menarik. Adapun promo yang ditawarkan, antara lain uang kembali hingga Rp 2 juta dan cicilan persen dengan tenor hingga 6 bulan.

Baca juga: 5 Tempat Populer di London, Wajib Mampir Saat Liburan ke Inggris

Selain itu, Ricky juga terkini mengatakan bahwa konsumen akan mendapatkan informasi seputar promo tiket penerbangan yang tersedia. Dengan begitu, konsumen bisa mendapatkan harga terbaik.