Desember 7, 2022

Villa Ming

Travel & Wisata

Pengertian dari Visa Schengen dan Syarat Pembuatannya

3 min read
Pengertian dari visa schengen

Pengertian dari visa schengen dan syarat pembuatannya, negara-negara Eropa sangat terkenal akan keindahan dan peradabannya sehingga menjadi destinasi wisata yang menarik. Namun, sebelum berlibur ke beberapa bagian negaranya, Anda harus mempersiapkan visa khusus, yakni Visa Schengen.

Visa tersebut hanya berlaku di negara-negara Schengen dan banyak digunakan untuk kepentingan bisnis atau wisata. Nah, dalam artikel kali ini, OCBC akan membahas mengenai pengertian, cara mendaftar, dan biaya yang diperlukan untuk membuat visa Schengen. Yuk simak!

Pengertian Visa Schengen

Visa Schengen adalah visa khusus untuk kunjungan wisata atau bisnis ke negara “Schengen Area”. Terdapat 26 negara yang termasuk di dalamnya, mayoritas adalah negara-negara Eropa dengan 22 negara anggota Uni Eropa.

Masa Berlaku

Masa berlaku Visa Schengen adalah untuk 90 hari menetap dalam rentang waktu 180 hari. Agar lebih jelas, simak ilustrasi berikut.

Anda pertama kali tiba di Italia pada 1 Maret 2020 dan menetap selama 30 hari. Selanjutnya, Anda mengunjungi Jerman pada 2 Mei 2020 dan menetap selama 20 hari. Dengan demikian, selama kurun waktu 180 hari, Anda sudah menghabiskan masa tinggal selama 50 hari.

Jenis Visa Schengen

Visa yang dikeluarkan oleh kedutaan dibedakan menjadi dua, yakni single entry dan multiple entry. Single entry digunakan untuk satu kali kunjungan. Dengan demikian, ketika sudah keluar dari negara tersebut, Anda tidak bisa berkunjung lagi dengan visa yang sama.

Sedangkan multiple entry digunakan untuk mengunjungi negara schengen dan non schengen. Anda dapat bolak-balik berkunjung dengan masa izin tinggal 90 hari selama kurun waktu 180 hari.

Syarat dan Dokumen yang Diperlukan

Kesalahan informasi atau kurangnya persyaratan dapat membuat pengajuan visa schengen ditolak. Oleh karena itu, berikut ini telah kami rangkum berbagai syarat pengajuan yang harus Anda siapkan.

1. Membuat Itinerary

Sebelum mengajukan pembuatan visa, Anda perlu membuat jadwal perjalanan atau itinerary. Nantinya, negara yang paling lama dikunjungi akan menjadi tempat pembuatan visa.

Contoh itinerary visa Schengen, misalnya, untuk kunjungan ke Jerman selama 10 hari kemudian menetap di Italia selama 30 hari. Maka Anda harus mengajukan pembuatan visa di Kedutaan Italia.

2. Buku Rekening

Jumlah saldo minimum untuk membuat visa jenis ini adalah Rp50 juta yang dibuktikan dengan surat referensi bank untuk visa schengen.

3. Memiliki Bukti Tiket dan Akomodasi

Anda juga harus menunjukkan tiket berisi keterangan mengenai jadwal, maskapai, dan nomor penerbangan. Selain itu, lampirkan bukti pemesanan hotel, sewa bangunan, atau surat keterangan dari tuan rumah di negara tujuan.

4. Memiliki Polis Asuransi

Polis asuransi ini harus mencakup pertanggungan medis, perawatan rumah sakit, UGD, kecelakaan, hingga pemulangan jenazah. Nilai minimum pertanggungan ini adalah 30 Euro.

5. Paspor yang Masih Berlaku

Anda harus menyiapkan paspor dengan masa berlaku sekurang-kurangnya 6 bulan sejak tanggal keberangkatan ke negara tujuan. Paspor tersebut juga tidak boleh dikeluarkan lebih dari 10 tahun lalu dan masih memiliki sekurang-kurangnya 2 halaman kosong.

6. Formulir dan Pasfoto

Pastikan Anda juga telah mengisi formulir pendaftaran visa. Sediakan juga 2 lembar pasfoto terbaru berukuran 3,5 x 4,5 cm dengan latar belakang polos berwarna putih atau abu-abu muda.

7. Surat Sponsor Visa Schengen

Fungsi surat ini adalah untuk meyakinkan kedutaan bahwa Anda mampu bepergian ke negara tujuan. Jenis-jenis surat sponsor visa schengen adalah sebagai berikut.

  • Surat Referensi Bank
  • Surat Sponsor dari Perusahaan
  • Surat Sponsor dari pasangan atau keluarga

Biasanya, dari ketiga jenis tersebut, kedutaan hanya memilih salah satu saja.

Tips untuk Pemula

Agar proses pembuatan visa ini dapat berjalan lancar, berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan.

1. Ketahui Biaya Pembuatannya

Biaya pembuatan visa jenis ini di bedakan menurut usia calon pemilik. Visa untuk dewasa (di atas 12 tahun) adalah 60 Euro atau Rp990 ribu. Sedangkan untuk usia 6 – 12 tahun adalah 35 Euro atau sekitar Rp576 ribu. Adapun untuk anak di bawah 6 tahun tidak di kenakan biaya.

Tarif ini seringkali mengalami kenaikan. Biaya pembuatan melalui agen VFS global kini sudah hampir menyentuh angka Rp1.4 juta. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu mengecek tarif terbarunya.

2. Cermati Persyaratan Khusus dari Negara Tujuan

Selain syarat-syarat di atas, tiap negara mungkin memberikan persyaratan tambahan. Salah satunya adalah Belanda. Berikut ini syarat visa schengen Belanda yang perlu Anda ketahui.

  • Sertifikat vaksinasi covid-19 dari Uni Eropa dalam bahasa Inggris atau Belanda.
  • Hasil tes PCR dalam bahasa Inggris atau Belanda, dalam bentuk digital atau fisik.
  • Wisatawan berusia di bawah 12 tahun wajib di dampingi orang tua yang telah mendapatkan vaksin Covid-19 lengkap. Mereka wajib melampirkan hasil PCR/Antigen (negatif), kecuali bagi anak berusia di bawah 6 tahun

3. Periksa Kelengkapan Dokumen

Pastikan Anda telah memasukkan semua dokumen yang termasuk dalam syarat apply. Ketidaklengkapan dokumen membuat Anda harus melengkapinya maksimal 10 hari setelah pemberitahuan.

Itu dia pembahasan mengenai visa schengen secara lengkap. Bagi sobat OCBC yang berencana berkunjung ke Eropa dalam waktu dekat, sebaiknya segera persiapkan syarat-syarat dan ikuti cara-cara pembuatannya di atas, ya!