Desember 7, 2022

Villa Ming

Travel & Wisata

Menyegarkan Badan di Air Terjun Karawa, Pesona Cantik di

3 min read

TEMPO.CO, Jakarta – Salah satu destinasi wisata di Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan yang kerap menjadi jujugan adalah Air Terjun Karawa. Perjalanan ke sana kami lewati berdelapan dengan berkendara empat sepeda motor pada pertengahan Mei 2022.

Perjalanan melalui Jalan Po Polman – Pinrang ini dengan hujan sangat deras sehingga memaksa kami berteduh ke salah satu masjid di daerah Lepanggang. Berikut cerita perjalanan kami merasakan segarnya air terjun Karawan yang masih dikelola secara tradisional oleh masyarakat setempat.

Untuk masuk ke objek wisata ini, tarif yang dikenakan relatif murah. Harga tiket anak-anak maupun orang dewasa sama. Tidak ada perbedaan harga untuk hari biasa dan akhir pekan, sebesar Rp 5.000 for each orang. Pendapatan dari HTM tersebut dikelola masyarakat setempat untuk membersihkan sampah-sampah yang ditinggalkan pengunjung juga sebagai biaya perawatan kawasan.

Rute Menuju Air Terjun Karawa

Berdasarkan informasi dari Google Maps, Air Terjun Karawa terletak di Desa Betteng, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang. membutuhkan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan dan Kota Pinrang. Perjalanan melewati Jalan Poros Polman-Pinrang yang dipadati kendaraan roda empat yang melaju kencang.

Lokasi air terjun Karawa ini cukup strategis. Bagian selatan dengan Kota Pare-Pare, sebelah utara Toraja, timur dengan Kabupaten Sidenreng Rappang dan Enrekang, dan bagian barat dengan Kabupaten Polmas.

Untuk sampai di lokasi Air Terjun Karawa, pengunjung akan melewati lokasi PLTU Bakaru sebagai pintu masuk menuju kawasan wisata tersebut. belok ke jalan menuju Air Terjun Karawa, kami pemandangan dengan pemandangan pegunungan hijau yang berselimut kabut. Rumah-rumah warga tampak menyenangkan, hewan peliharaan mereka berlarian di pekarangan.

Daerah yang dilewati menuju air terjun Karawa. Foto: TelusuRI | Fatimah Majid.

Setelah cukup lama berkendara, kami berhenti di salah satu rumah warga untuk memarkirkan kendaraan. Kondisi jalan masih becek karena hujan sehingga kendaraan dapat melewatinya. Akhirnya kami memutuskan untuk berjalan sejauh satu kilometer. Di sepanjang perjalanan kami menemukan beberapa rumah warga, juga beberapa warung-warung kecil. Untuk biaya parkir di rumah warga dikenakan Rp 3.000 setiap kendaraan.

Karena harus berjalan kaki, kami jadi bisa menikmati perjalanan. Kondisi jalan yang masih tanah becek dan bebatuan, serta menanjak tak menyulut kami untuk menyerah. Susana desa begitu asri kami rasakan. Tak jarang, kami berinteraksi dengan masyarakat sekitar yang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.

Keindahan Air Terjun Karawa

Setelah berjalan sekitar satu kilometer, kami tiba di Air Terjun Karawa. Air terjun ini memiliki ketinggian mencapai 50 meter, berada di puncak Gunung Karawa. Air yang mengucur deras, bertingkat, penuh bebatuan, serta dikelilingi pepohonan besar benar-benar melelahkan melelahkan perjalanan kami. Dengan ketinggian tersebut, kami bisa mendengar deru air yang turun dari distance. Suasana sangat sejuk, suara kicauan burung merdu menggema.

Di sini sudah tersedia beberapa fasilitas seperti bathroom, gazebo, tempat duduk, tempat ganti pakaian, serta warung makan. Hanya saja, warung makan tidak buka setiap hari. Selain itu, fasilitas-fasilitas ini juga belum dikelola dengan maksimal oleh masyarakat sekitar.

Pukul 14.20 WITA, kami meninggalkan Air Terjun Karawa. Perjalanan kembali kami perjalanan dengan berjalan sejauh satu kilometer. Karena jalan sudah cukup kering dan menurun, perjalanan kami ditempuh dengan lebih cepat.

Tulisan ini sudah dimuat di TelusuRI

FATIMAH MAJID | TELUSURI

Baca juga: Ada Batu Timpa Wisatawan, Air Terjun Tirtosari di Magetan Tutup Sementara

Selalu update facts terkini. Simak berita terkini dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-set up aplikasi Telegram lebih dulu.