Desember 7, 2022

Villa Ming

Travel & Wisata

Jadi Warisan Dunia, Kemenparekraf Susun Pola Perjalanan

2 min read

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyusun pola perjalanan ke warisan tambang batu bara Ombilin, Sawahlunto, Sumatera Barat, sebagai upaya memperkuat posisi objek wisata tersebut yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO.

“Selama keberadaan warisan tambang batu bara Ombilin sudah dikenal luas, namun ada kelemahan yang ada di lapangan belum terlalu banyak sehingga perlu dibuat pola perjalanan wisata dalam bentuk story telling sebagai panduan wisata,” kata Alexander Reyaan, melansir Antara.

Menurut dia, karena tambang batu bara Ombilin sudah masuk warisan dunia UNESCO, keberadaan sudah dikenal luas oleh publik.

“Oleh sebab itu, perlu disusun pola perjalanan dan narasi yang kuat agar wisatawan akan mendapatkan gambaran utuh bagaimana sejarah tambang batu bara Ombilin di Sawahlunto,” kata dia.

Pola perjalanan wisata itu meliputi tujuh kabupaten kota yaitu Kota Sawahlunto, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, dan Padang Pariaman.

(Foto: Instagram/@dindafadfaj)

“Jadi pola ini menggambarkan cerita yang terkait satu sama lain tentang bagaimana dulu batu bara yang ditambang di Sawahlunto bisa sampai ke Pelabuhan Teluk Bayur Padang,” ujarnya.

Ia melihat narasi yang ada selama ini belum terlalu kuat dan kurang tersusun rapi.

Ada sembilan tema besar pola perjalanan wisata tersebut yang dibuat dalam bahasa Inggris yaitu Expedition of The Black Gold, Mak Itam Odyssey, The Make a Greater Mousetrap, Gangers, Fitters, and Powder Monkeys, The Expanding Pains.

Kemudian, Tale of Our Pink Dragon, Ombilins Heyday, The Time of Turbulence dan Journey de Ombilin.

Selain itu harapan juga berharap Pemprov Sumbar merampungkan SK pengelolaan warisan batu bara Ombilin karena ini merupakan lintas kabupaten kota.
&#13&#13

Setelah pola perjalanan perlu dilakukan sosialisasi sehingga pelaku usaha pariwisata dan masyarakat setempat tahu apa yang akan dilakukan setelah ini.

Dengan pola perjalanan wisata maka informasi seputar warisan tambang batu bara Ombilin akan lebih lengkap, katanya.

Ia menilai selama ini yang dilihat wisatawan adalah tambang batu bara hingga kereta pengangkut, padahal wisatawan juga perlu tahu kapan penambangan batu bara kali, di mana dan oleh siapa saja sehingga terdokumentasi dengan baik.

“Setelah itu pelaku perjalanan wisata dapat mengeksekusi dengan membuat paket perjalanan,” ujarnya.

Ia menambahkan pola perjalanan wisata ini sebelumnya sudah disusun di Borubudur dengan melibatkan daerah yang ada di sekitar objek wisata tersebut.